
Industri peternakan modern menuntut para pelaku usaha untuk tidak hanya memahami teknik penggemukan, tetapi juga menguasai aspek genetik, manajemen pakan, kesehatan ternak, hingga strategi pemasaran. Pendekatan terintegrasi menjadi kunci dalam membangun bisnis peternakan yang efisien dan berkelanjutan. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Nusa Sentosa Indonesia (nusaQu) kembali menyelenggarakan Pelatihan Bisnis Ternak Terintegrasi Batch 4 dalam program Intensive Livestock Bootcamp (ILB) pada 14-15 Februari 2026.
Pelatihan ini diikuti oleh sembilan peserta dari berbagai latar belakang yang ingin memperdalam pemahaman tentang sistem peternakan terintegrasi ala nusaQu, mulai dari hulu hingga hilir.
Kegiatan dibuka oleh Bapak Nanang Sugiarto selaku Founder & CEO nusaQu. Dalam sesi pembukaannya, beliau memaparkan perjalanan nusaQu dalam membangun sistem peternakan terintegrasi, yang mencakup pembibitan, penggemukan, pengelolaan limbah, hingga strategi pemasaran. Penjelasan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang pentingnya sinergi antar lini usaha dalam menciptakan model bisnis peternakan yang berkelanjutan.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Mba Demiar yang membahas teknik pemilihan sapi bakalan dan tahapan pra-penggemukan. Peserta dibekali pemahaman mengenai kriteria sapi ideal untuk digemukkan, termasuk aspek umur, bobot awal, kondisi fisik, serta kesiapan ternak sebelum memasuki fase penggemukan.
Sesi utama menghadirkan narasumber spesial, Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA, IPU, Guru Besar Peternakan IPB dan pendiri Sekolah Peternak Rakyat. Beliau membawakan materi tentang karakter genetik Sapi Bali dan strategi pemeliharaannya. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa Sapi Bali memiliki sejumlah keunggulan, seperti kemampuan adaptasi tinggi terhadap lingkungan tropis, efisiensi dalam memanfaatkan pakan berkualitas rendah, serta nilai konservasi sebagai plasma nutfah lokal Indonesia. Namun, Sapi Bali juga memiliki keterbatasan, antara lain ukuran tubuh relatif kecil, laju pertumbuhan yang cenderung lebih lambat, sensitivitas terhadap perubahan sistem pemeliharaan, serta ancaman erosi genetik.
Sebagai bagian dari pembelajaran, peserta diajak mengunjungi langsung kandang cabang nusaQu khusus Sapi Bali di Ciseeng untuk mengamati karakteristik ternak secara nyata di lapangan.
Memasuki hari kedua, Mas Guntur menyampaikan materi tentang faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan ternak. Pembahasan meliputi pentingnya sanitasi kandang, program vaksinasi yang tepat, serta deteksi dini penyakit. Materi ini menegaskan bahwa kesehatan ternak merupakan fondasi utama dalam mendukung performa penggemukan yang optimal.
Selanjutnya, Mas Hisyam membahas pengelolaan limbah ternak sebagai bagian dari sistem peternakan ramah lingkungan. Peserta mempelajari praktik budidaya kascing, pengolahan kotoran ternak menggunakan mikroba, hingga pemanfaatan urin ternak menjadi biourine yang bernilai guna bagi sektor pertanian. Selain itu, beliau juga memaparkan manajemen pemberian pakan, termasuk perbedaan sistem pencernaan ruminansia dan non-ruminansia, kebutuhan nutrien ternak, hingga kesalahan umum dalam pemberian pakan penggemukan. Peserta turut diperkenalkan pada contoh formulasi konsentrat yang tepat untuk mendukung pertumbuhan bobot badan secara optimal.
Sesi materi ditutup oleh Mas Reza yang membahas strategi pemasaran dalam bisnis peternakan modern. Ia menekankan pentingnya memahami target pasar, menentukan positioning produk, serta membangun branding yang kuat agar usaha peternakan memiliki daya saing tinggi.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta diajak berkeliling kandang utama nusaQu untuk mempelajari perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) serta memahami keunggulan masing-masing jenis sapi. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan pembagian sertifikat kepada seluruh peserta.
Pelatihan Bisnis Ternak Terintegrasi Batch 4 melalui Intensive Livestock Bootcamp memberikan pemahaman mengenai sistem peternakan modern, khususnya terkait karakter genetik Sapi Bali beserta strategi pemeliharaannya. Peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman praktik langsung di lapangan, sehingga mampu memahami kelebihan dan keterbatasan ternak secara lebih mendalam.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran pelatihan berikutnya, silakan kunjungi nusaqu.id/ilb atau hubungi tim nusaQu.
22 February 2026
21 February 2026
15 February 2026
09 February 2026
07 February 2026